SURAT KUASA UMUM

(Urusan Perdata)


Yang bertanda tangan  di bawah ini : _____________________________

Nama                       : …………………………………………………………………………………………

Pekerjaan                : …………………………………………………………………………………………

Tempat tinggal     : …………………………………………………………………………………………

Yang dalam hal ini memilih tempat kediaman hukum (domisili) di kantor kuasanya yang tersebut dibawah ini, dengan ini memberikan kuasa kepada : ……………………………………………………..

Nama                       : …………………………………………………………………………………………

Pekerjaan                : …………………………………………………………………………………………

Tempat tinggal     : …………………………………………………………………………………………

———————————————————UMUM—————————————————–

Untuk mewakili yang bertanda tangan dalam arti seluas-luasnya dalam hal perkara ……………………………………………………………………………………………………………………………… Untuk itu , ia membela hak-hak dari yang bertanda tangan serta mengurus kepentingan-kepentingannya, melakukan dan menerima segala pembayaran, membuat dan menerima kuitansi untuk segala pembayaran, selanjutnya ia boleh bertindak dalam hal hukum terhadap tiap-tiap orang dan tentang segala soal memilih tempat kediaman hukum (domisili), menghadap kepada semua Hakim dan Pembesar-pembesar Jawatan Pemerintah lainnya, berpekara, mengajukan gugatan, menjawab gugatan-gugatan, memohon keputusan (Vonis) dan salinannya.

Begitu pula ia boleh membuat dan menandatangani surat-surat dan pada umumnya membuat segala apa yang perlu serta berguna dalam hal yang berhubungan dengan kepentingannya yang bertanda tangan dibawah ini……………………………………………………………

Mengenai hal di atas, untuk dan atas nama Pemberi Kuasa menghadap dimuka Pengadilan Negeri serta Badan-Badan Kehakiman lain atau Pembesar-pembesar lainnya, mengajukan permohonan-permohonan yang perlu menjalankan perbuatan-perbuatan, atau memberikan keterangan-keterangan yang menurut kuasa hukum harus dijalankan atau diberikan oleh seorang Kuasa, menerima uang dan menandatangani kuitansi-kuitansi, menerima dan melakukan pembayaran-pembayaran dalam perkara ini, mempertahankan kepentingan pemberi kuasa, naik banding, minta eksekusi, membalas segala perlawanan, mengadakan perdamaian dengan persetujuan terlebih dahulu dari Pemberi Kuasa dan pada umumnya membuat segala sesuatu yang dianggap perlu oleh Penerima Kuasa.

Surat Kuasa  dan kekuasaan ini dapat dialihkan kepada orang lain dengan hak substitusi serta secara tegas dengan retensi dan seterusnya menurut hukum, seperti yang dimaksudkan salam Pasal 1812 KUH Perdata dan menurut syarat-syarat lainnya yang ditetapkan dalam Undang-Undang.

………………………….., …………………….. 20……

Penerima Kuasa                                                                           Pemberi Kuasa

 

 

 

(………………………………….)                                                      (………………………………….)

 

SURAT KUASA UMUM

(Urusan Perdata)

Yang bertanda tangan  di bawah ini : _____________________________________________

Nama                 : ………………………………………………………………………………………………….

Pekerjaan           : ………………………………………………………………………………………………….

Tempat tinggal     : ………………………………………………………………………………………………….

Yang dalam hal ini memilih tempat kediaman hukum (domisili) di kantor kuasanya yang tersebut dibawah ini, dengan ini memberikan kuasa kepada : …………………………………………….

Nama                 : ………………………………………………………………………………………………….

Pekerjaan           : ………………………………………………………………………………………………….

Tempat tinggal     : ………………………………………………………………………………………………….

—————————————————–UMUM————————————————-

Untuk mewakili yang bertanda tangan dalam arti seluas-luasnya dalam hal perkara …………………………………………………………………………………………………………………………………… Untuk itu , ia membela hak-hak dari yang bertanda tangan serta mengurus kepentingan-kepentingannya, melakukan dan menerima segala pembayaran, membuat dan menerima kuitansi untuk segala pembayaran, selanjutnya ia boleh bertindak dalam hal hukum terhadap tiap-tiap orang dan tentang segala soalm memilih tempat kediaman hukum (domisili), menghadap kepada semua Hakim dan Pembesar-pembesar Jawatan Pemerintah lainnya, berpekara, mengajukan gugatan, menjawab gugatan-gugatan, memohon keputusan (Vonis) dan salinannya.

Begitu pula ia boleh membuat dan menandatangani surat-surat dan pada umumnya membuat segala apa yang perlu serta berguna dalam hal yang berhubungan dengan kepentingannya yang bertanda tangan dibawah ini…………………………………………………………….

Mengenaii hal di atas, untuk dan atas nama Pemberi Kuasa menghadap dimuka Pengadilan Negeri serta Badan-Badan Kehakiman lain atau Pembesar-pembesar lainnya, mengajukan permohonan-permohonan yang perlu menjalankan perbuatan-perbuatan, atau memberikan keterangan-keterangan yang menurut kuasa hukum harus dijalankan atau diberikan oleh seorang Kuasa, menerima uang dan menandatangani kuitansi-kuitansi, menerima dan melakukan pembayaran-pembayaran dalam perkara ini, mempertahankan kepentingan pemberi kuasa, naik banding, minta eksekusi, membalas segala perlawanan, mengadakan perdamaian dengan persetujuan terlebih dahulu dari Pemberi Kuasa dan pada umumnya membuat segala sesuatu yang dianggap perlu oleh Penerima Kuasa.

Surat Kuasa  dan kekuasaan ini dapat dialihkan kepada orang lain dengan hak substitusi serta secara tegas dengan retensi dan seterusnya menurut hukum, seperti yang dimaksudkan salam Pasal 1812 KUH Perdata dan menurut syarat-syarat lainnya yang ditetapkan dalam Undang-Undang.

………………………….., …………………….. 20……

Penerima Kuasa       Pemberi Kuasa

(………………………………….)                                  (………………………………….)

 

Makna Dari Latihan

Februari 23, 2010

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Seluruh penduduk menyambut dengan gembira. ada berbagai macam permainan, kedai makanan, dan sirkus. Namun yang ppaling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Setiap malam, ratusan orang menonton pertunjukan manusia kuat. Ia bisa melengkungkan baja hanya dengan tangan telanjang, Ia bisa menghancurkan batu bata tebal dengan tinjunya. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam adu panco. Namun, untuk menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia terus memeras hingga tetes terakhir air jeruk itu terperas. Kemudian, ia menantang para penonton, “Barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk darii buah jeruk ini, akan kuberi dia uang satu juta.”

Lalu, naiklah seorang lelaki, atlit binaraga keatas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan memeras… tetapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya, seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat dari penjuru kota pun mencoba, tetapi tak ada yang berhasil.

Manusia kuat itu tersenyum-senyum. Kemudian ia berkata, “Aku beri satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau mencoba?” Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba.

“Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke atas panggung.” Manusia kuat itu membimbing wanita itu keatas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.

Wanita itu pun mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu, wanita itu mencoba memeras dengan penuh konsentrasi. Ia memeras… memeras… memetas dan “ting!” setetes air jeruk terperas dan jatuh membasahi lantai panggung. Para penonton diam terperangah. Cemoohan mereka segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Lalu, manusia kuat memeluk wanita kurus itu, dan berkata, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukan semacam ini ratusan kali. Dan ribuan orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tetapi mereka semua gagal. Hanya kau satu–satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana kau bisa melakukan hal itu?

“Begini,” jawab wanita itu, “jika suamimu sedang jatuh sakit keras dan tidak bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan anak yang harus kau beri makan setiap harinya, lalu kau harus kuat mencari uang meskipun hanya serupiah-dua rupiah, maka hanya memeras jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit.”

-Semangkuk Mie Kuah-

Doa Fransiskus Asisi

Februari 5, 2010

Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin
menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku mengampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya,
amin.

Festival Rakyat

September 23, 2009

Idul Fitri merupakan suatu hari yang selalu dinanti oleh saudara-saudara kita kaum muslim, hari dimana meraka merayakan suatu kemenangan setelah satu bulan lamanya berpuasa. Baca entri selengkapnya »

Smart

September 16, 2009

Enam bulan berlalu, bonus 2GB/bulan Smart habis?
Smart memberikan tawaran penggunaan internet unlimited, harga lumayan terjangkau dengan registrasi terlebih dahulu. Baca entri selengkapnya »

Dengar

September 10, 2009

“Huh, bete abis, abis, banget, banget banget! Apa sih bedanya senior dengan yunior? Apa yang namanya senior harus yang paling benar, harus yang paling jago, paling tau? Ga  juga kan? Yang lebih tua harus dihormati itu sudah pasti. Tetapi apakah yang lebih tua ga bisa menghormati yang lebih muda? Males aja ama omongan yang besadan muluk-muluk.” Tulisan dan ungkapan kekecewaan seseorang atas apa yang telah terjadi pada dirinya. Baca entri selengkapnya »

Pemimpin yang setia?

September 9, 2009

“Mmh, maaf ya saya lagi ga ngantor sekarang. Udah besok aja ya!” Apakah kata-kata itu pantas diucapkan oleh seorang pimpinan? Emang ada ya jadwal liburnya (selain Sabtu, Minggu dan Hari libur nasional)? Memang apa susahnya untuk mendengarkan dan melihat proposal sebentar saja? Seperti orang sibuk saja. Memang kalau dana tidak turun apa mereka maun nombok duit?”
Kata-kata diatas terucap dari seorang pimpinan yang sedang jengkel dengan pimpinan yang lebih tinggi lagi (24 Maret 2009). Baca entri selengkapnya »

Untuk Para Penguasa…

Agustus 29, 2009

Pemerintah yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur. Seperti para penguasa  bangsa demikian pun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Baca entri selengkapnya »

Lupa Satu Hal…

Agustus 23, 2009

Pada suatu hari libur, seorang anak sedang asyik membongkar kamarnya. ia ingin mengatur kamarnya sendiri. Tetapi ia kewalahan saat berusaha memindahkan almari pakaiannya. Dengan sekuat tenaga dia berusaha menggeser lemari itu tetapi gagal. Keringat bercucuran dan ia mulai menyerah. Sang ayah yang melihat anaknya sedang kesulitan itu, datang mendekati. Baca entri selengkapnya »

Delapan Sabda Bahagia

Juli 20, 2009

Yesus Kristus adalah awal baru untuk segalanya. Dalam diri-Nya segala hal menemukan pemiliknya; semuanya diambil dan diberikan kembali kepada Sang Pencipta dari mana semua berasal. Karena itu, Kristus adalah pemenuhan kerinduan semua agama di dunia dan, Ia adalah satu-satunya pemenuhan yang pasti bagi semua. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.